Cerita Fiksi : Arah Cinta 2



Setelah aku dan nana sama-sama mempunyai pasangan, kita jadi jarang berkomunikasi. Wajar saja, karena kita sama-sama ingin menghargai perasaan pasangan kita. Namun cerita tak berhenti disitu, perjalanan mencari arah cintaku masih panjang. Biar kuceritakan padamu....

Perhatian :

Cerita Fiksi : Arah Cinta 2 merupakan lanjutan dari episode ke 1, Cerita Fiksi : Arah Cinta. Jika kamu belum membaca yang bagian pertama, silahkan baca terlebih dahulu karena ceritanya nyambung kesini.






Cerita Fiksi : Arah Cinta 2



Aku dan gangga berpacaran cukup lama, hingga pada suatu malam saat aku dan gangga dinner..

"Jen, kamu masih suka kepikiran nana gak sih?" Tanya dia

"Enggk lah cioo" sautku

Cio adalah panggilan sayangku kepada gangga, memang terdengar aneh tapi entah kenapa aku suka memanggilnya..

"Entah kenapa belakang ini kamu banyak melamun, mikirin tugas kuliah?" Tanya gangga dengan penasaran

"Iyaa nih tugas kuliah numpuk banget"

"Tapi bukan karena mikirin nana kan?" Gangga kembali bertanya

"Enggak ko sayangg" jawabku dengan manja


Sebenarnya belakangan ini aku memang memikirkan nana, semenjak sama-sama mempunyai pasangan aku dan nana jadi jarang komunikasi. Dan tak bisa dipungkiri memang rasa rindu terkadang muncul dan berbenturan dengan perasaanku terhadap gangga.

Di situasi seperti ini, aku merasa seperti penjahat yang membenturkan perasaan rindu teman dekatku dengan perasaan sayang pacarku sendiri.

Waktu terus berjalan, hari terus berganti. Dan gangga mulai menunjukan sikap yang berbeda.

Aku chat dia lewat Whatsapp

"Sayang…"

"Sayangggg"

"Ciooo"

"Lagi sibuk yaa?"

"JANGAN GANGGU DULU, AKU LAGI NGE GAME" jawab dia dengan capslock.

"Ohiya deh maaf…" jawabku

Mendengar jawaban gangga, mengingatkanku pada saat pertama kali dia menyatakan perasaannya. Dulu dia tampak perhatian dan menyenangkan. Tapi semenjak dia mengenal game bersama teman-teman baru nya, dia berubah.

Aku tidak tahu dia berubah karena sikapku kepadanya yang berbeda, atau karena game. Yang pasti aku masih menyayangi gangga.

Pada malam itu aku bingung, bosan, dan gabut. Tidak ada seorang spesial yang membuatku selalu melihat whatsapp setiap 2 menit sekali. Hp ku sepi seperti kuburan.

Aku coba chat teman kampusku, sinta.

"Sin"

"Iya jen kenapa?" Jawab sinta

"Bisa kerumah gue gak? Gue bete banget nihh, gue juga mau cerita"

"Okee deh gue otw kesitu jen, tapi ada wifi kan? Heheheh " jawabnya di chat

"Ada ko tenangg" balasku


Tak lama setelah chat itu, sinta datang.

Semenjak di masa orientasi kampus sampai sekarang, sinta adalah teman terbaikku. Dia wanita cantik, baik, dan jago main game. Yaa, dia jago dan hobi bermain game. Tapi anehnya dia pintar dan aktif dikelas.

"Jennnn…." Suara sinta memanggilku dari luar rumah

"Sebentarrr sin" jawabku sambil berjalan mendekati pintu

"Ayo masuk sin…"

"Makasih jen, eh gue sekalian nginep dirumah lu yaa.. lagian udah malem, gue takut pulangnya"

"Ohiya boleh sin, ntr lu tidur dikamar gue aja.." jawabku


Sesampainya dikamarku, aku memulai obrolan dengan sinta


"Sin, gmn yaa cio sekarang berubah.." ucapku dengan nada sedih

"Berubah gimana?"

"Dia sekarang jarang ngabarin gue, dan sekarang juga gue sudah jarang chatan sama dia.." jelasku

"Hmmm, itu perasaan lu doang kali jen.. emg cio orangnya yg mana sih?" Tanya sinta

Sinta memang belum tau yang mana cio, karena selama aku kuliah, aku jarang berduaan dengan cio, wajar saja teman kuliahku tidak tahu siapa pacarku. Bahkan sinta hanya tau panggilan sayangku ke gangga, yaitu cio. Tidak tidak tau nama asli pacarku, gangga.

"Ah sudah lah sin, hubungan gue biar gue yang beresin.."

"Yah katanya mau ceritaa, ko gajadi" jawab dia

"Iya tapi setelah dipikir-pikir kayanya gak penting juga sih, perasaan gue doang kali.."

"Jennn jennnn, yaudh gue gabung wifi lu yaa, mau nge game dulu heheheheh" jawab dia sambil tertawa

"Ngegame mulu lu, tapi nambah pinter yaa"

"Iyaa dong, sintaa gitu looo" jawab dia sombong

Aku membaca novel, dan sinta bermain game. Hingga akhirnya aku dan sinta mulai mengantuk. Malam itu menunjukkan pukul 23.00.


Esoknya saat dikampus, aku sedang mengerjakan tugas di perpustakaan, sinta datang dengan wajah yang sumringah.

"Ohmygod jen" kata dia

"Ciee ada yg lagi jatuh cinta nih" jawabku sambil tertawa

"Kalo di dunia ini ada sesuatu yg lebih menarik selain game, itu adalah dia jennnnn" sinta mulai bucin

"Iyaiyaaa, tapi pastiin tuh cowok baik. Gak kaya cio pacar gua yang sekarang gaada kabarnya hehe" jawabku sambil tersenyum maksa

"Kayanya cowok ini beda jauh ama cio pacarlu jen, wleeeee" jawab dia sambil melet lalu pergi meninggalkanku

"Ah sintaaa, kaya yang baru pertama kali jatuh cinta aja.. palingan pacarnya kating yang udah semester akhir gak lulus-lulus hahahaha" gumamku dalam hati


Seperti biasa, setiap malam hp ku berubah menjadi kuburan yang sepi. Tak ada chat gangga disana. Padahal ketika SMA dulu, selalu ada nana yang tiap malem ngasih contekan. Walau begitu, setidaknya hp ku tidak sepi seperti sekarang.

Aku coba chat sinta, tapi tidak di balas, mungkin dia sedang seru chat dengan gebetan barunya. Hmm yasudah lah aku tidur ajaa

Keesokan harinya tiba-tiba sinta mengajakku untuk double date malam nanti, sekalian untuk menyatukan aku dengan gangga kembali, dan memperkenalkan gebetan baru sinta kepadaku.

Sorenya aku chat gangga

"Cioo"

"Cio bales dulu penting"

"Apaan?" Jawab dia singkat

"Malem sekarang temanku ngajak double date, kamu maukan?" Tanyaku

"Gabisa, aku udah ada janji sama temanku" jawab dia

Aku memutuskan untuk hadir sendiri pada malam itu. Aku sudah datang di cafe tempat aku dan sinta akan double date. Tapi belum terlihat sinta disana

Aku melamun memikirkan gangga, perlahan berubah menjadi nana. Aku mulai rindu nana. Ingin rasanya aku ajak nana date, tapi itu mustahil, karena dia sedang diluar negeri.


"Heyy ngelamun ajaa!" Suara mengagetkanku dari belakang

Aku kaget dan sontak menengok ke belakang..

Perasaan kaget, tak percaya dan bingung bercampur menjadi satu.

Bukan karena sinta mengagetkanku dari belakang, tapi karena lelaki yang sedang bersama sinta.


"Udah lama jen? Ohiya kenalkan ini pacar baruku, Gangga" kata sinta

Ingin rasanya aku berteriak 'gangga itu adalah cio! dan dia adalah pacarku!', namun rasanya tidak mungkin. Aku menahan sedih dan amarah, hingga mataku memerah dan mulai meneteskan air mata.

"Loh kenapa matamu memerah jenn?" Tanya sinta khawatir

"Gak papa sin, Aku cuma teringat Cio yang gabisa datang kesini.." ucapku dengan nada sindirian

Mendengar sindiranku, gangga hanya menunduk dan terdiam seperti patung

Aku memutuskan untuk pulang dengan alasan tak enak badan. Acara double date malam itu seketika hancur, aku menangis sekencang kencangnya dikamar dan mulai memukul mukul bantal

Begitulah kehebatanku menahan amarah dan bersandiwara saat dicafe, seakan baru kenal dengan lelaki yang dibawa sinta. Padahal itu adalah pacarku sendiri yang tidak ada kabar.

Aku tak mungkin menyalahkan sinta, karena sinta tidak tau siapa cio, dan aku hanya bisa menyalahkan diriku sendiri.





AKU BERTEMU GANGGA...



Hari ini hari rabu mengingatkanku pada 'kita' di masa lalu, yang kini telah berubah menjadi kelabu.

maaf aku naif, jujur sekarang aku sangat rindu padamu.

Nana, sebuah nama yang aku ingat akhir akhir ini. Aku merindukan sosok nana yang selalu jail namun menyenangkan.

"Na, aku kangen" lirihku sembari mengelus foto figura kita berdua.

Disitu terlihat nana merangkulku dan tersenyum ke arah kamera.

Setelah kejadian waktu itu  dimana sinta mengenalkan gangga menjadi kekasihnya. Aku sama sekali tidak memperlihatkan diri dihadapan sinta lagi entah karena hatiku terlalu sakit untuk mengingatnya atau memang aku malas bertemu dia.

Begitupun dengan gangga, dia sama sekali tidak ada niat mencariku atau meminta maaf kepadaku. Tapi yasudah lah,


Kuputuskan hari ini untuk pergi ke tongkrongan gangga, gangga tipikal orang yg tidak suka nongkrong, tapi semenjak kuliah gangga jadi suka nongkrong.


"CAFE CERIA"

salah satu tongkrongan anak hitz dijakarta. Aku tidak tau gangga ada disana atau tidak, tapi setauku dia pasti disana sekedar ngobrol atau main game bersama teman temannya.

Ku melihat se isi cafe apakah ada gangga disana.

Ku memicingkan mataku, benar itu gangga dia sedang duduk bersama teman temannya.

Aku menghampiri dia, dan gangga melihatku dengan tatapan tidak suka.

"Eh cewe siapa ini? Pacar lo ga?" Ucap temannya.

Gangga menggeleng
"Bukan," dia menegak kopinya "dia temen gue" lanjutnya.

Sakit, rasanya ingin berteriak mengumpat kata kasar kepadanya.

Aku hanya tersenyum masam " boleh ngomong sebentar gak? Penting nih kalo gapenting penting banget males gue ngomong sama lo" ucapku ketuk.

Akhirnya kita menjauh dari teman teman gangga mereka hanya memberi tatapan aneh ke kita berdua.

"Mau apa lagi?"

"Ga, kita ini bukan anak kecil yang main main soal cinta . Gue juga tau lo bukan tipikal cowo brengsek kaya mantan mantan gue tapi ngeliat lo kemaren sama sinta," ucap ku terpotong melihat gangga yang mulai memperlihatkan perubahan wajahnya mungkin sekarang dia emosi.

"Lo keliatan brengsek dan bajingan haha" tawaku sumbang.

"Lo gatau gue jangan sok tau" jawab gangga tak mau kalah.

"Iya gue gatau lo, lo selingkuh aja gue gatau kan. Hebat banget lo nutupin ini dari gue ga" aku menahan tangis.

"Maaf jen maaf, gue ga bermaksud kaya mantan mantan lo yang brengsek itu" gangga meraih tanganku tapi aku segera menepisnya.

"Gue gak lebih putus asa dari ini ga. satu hal yang udah gue pikirin, cinta gue ini terlalu berlebihan hingga akhirnya dikhianatin. Gue capek ga..capek.." entah sejak kapan airmataku keluar membasahi pipiku.

"Gua juga capek sama hubungan kita, cape berantem" ucap gangga.

"Ga..lo gatau kan gue setiap hari kurang tidur karena apa? Karena  nunggu kabar lo gue relain semua waktu gue buat lo doang tapi apa? Lo malah giniin gue, sakit ga..menurut lo..gu..e ini main main ya ga hkss..hh" air mataku terus keluar.

Gangga tertegun dia menatap iba kepadaku.
"Jen maaf jangan nangis gue mohon, gue kemaren cuman main main sama sinta iya gue salah, gue salah karena lampiasin rasa bosen gue dari lo ke sinta"

Aku makin menjadi mendengar kata sinta.
"Dia sahabat gue ga..kenapa dia? Kenapa harus dia.." tangisku pecah.

"Maaf..karena gue gabisa jagain lo, gue ingkarin janji gue ke nana kalo gue bakal jagain lo disini tapi nyatanya lo tersakiti karena gue"

Mendengar kata nana, aku berhenti menangis.


Aku menghapus air mataku, mendengar kata nana aku tidak ingin selemah ini karena cinta aku berjanji tidak akan lagi mengeluarkan air mata karena cinta lagi kepada nana.


Aku bangkit dari tempat duduk dan menatap gangga yg memperlihatkan rasa bersalahnya.
"Gue udah gamau ngurusin hubungan kalian lagi, gue udah muak sama lo, padahal kalo lo udah bosen sama gua tinggal bilang ajaa, bukannya malah selingkuh. Kita bisa selesain baik-baik masalahnya. Tapi itu udh terlambat, gue udh ikhlas liat lo sama sinta. Tapi inget jangan sampe lo main-main sama sinta! Dia sahabat gue! Makasih ga buat waktunya selama ini.." ucapku sembari pergi meninggalkan gangga.

Jalanku gontai, dadaku masih terasa sesak air mataku terus keluar membuatku terisak.

Malam ini nampak berubah suasana dingin menusuk kulitku, bunyi petir yang menandakan ingin hujan pun mengganggu telingaku.

Benar saja hujan mengguyur kota jakarta malam ini.

Lengkap sudah malamku, hati ini yang sedih malam ini pun ikut sedih.

Kuputuskan duduk dihalte menunggu taxi sampai hujan reda.

Aku masih menangis, mengingat dimana gangga menyatakan cintanya, memberi kasih sayangnya, menemaniku dikala sedih dan susah itu sangat sakit sekali.

Disisi lain aku tidak bisa menyalahkan santi karena dia tidak tau kalo aku ini pacar gangga dia tidak tau cio yang aku ceritakan itu adalah gangga.



Ponselku berdering, membuat isakanku berhenti.

Disitu tertera nama rara , aku menghapus air mataku dan langsung mengangkatnya.

Rara adalah sahabat semasa SMAku.

"Ha-halo ra.." masih dengan nada isakan.

"Lo kenapa?"

"Gapapa ko.."

"Yaudah, oh ya udah tau belum?"

"Apa?"

"Minggu depan ada acara reuni SMA lohhhhhh, lo kudu ikut soalnya banyak anak angkatan kita yg bakal hadir pasti sekarang dah cakep cakep apalagi gebetan gue tuh si ridho anak rohis . adem banget denger namanya doang aduhhh calon suami" cerocos rara , aku sedikit tersenyum mendengar celotehannya.

"Oh iya" jawabku singkat

"Lo napa sih gasemangat banget, kaya abis diputusin aja anjir"

Ucapan rara membuat aku ingat tragedi tadi, akupun tidak bisa menahan tangisanku.

"Hhhikkss..hhss" hanya ada suara isakanku yang kencang.

"Heh beneran putus sama gangga?! Jangan nangis heh, maapin dongg gasengaja ih"

"Gue nginep di lo ya, gue ma-males pu..pulang..hhss"

"Iya iya sini"

Aku segera mematikan telponnya, rupanya saat itu juga taxi datang dan akupun langsung masuk dan segera kerumah rara.

Keesokan harinya aku dan rara bersiap sarapan tapi sebelum sarapan rara mengintrogasiku terlebih dahulu.

"Jadi si gangga selingkuh?!" Ucapnya kaget setelah aku ceritakan semuanya.

Aku menggangguk "udahlah jangan dibahas lagi males gue"

"Dia yang tidak dapat menghargaimu. Sungguh layak untuk kehilanganmu"  ucap rara dengan nada puitis.

"Anjay gasih gue" ucapnya lalu bergaya dab membuatku tertawa.

Benar gangga layak kehilanganku, karena Cinta itu hidup berdua bukan mendua. Cinta itu hidup utuh, bukan selingkuh.

Kita pernah saling mengisi hingga memutuskan tuk saling menyakiti dan pergi.

Mungkin ini waktunya aku mengubur perasaanmu ga.

"Lo udah kabarin nana kalo minggu depan ada reunian?" Pertanyaan rara mengejutkanku.

"Uhm..be-belum ra, udah setahun belakangan gue jarang kabaran lagi sama dia"

"Kalian dulu ada apasih anjir gue penasaran, lo berdua mulu sama dia sampe lupain guehh . Gue aja sama ridho pedekatean kaga sampe duaan mulu"tanya rara selidik.

Aku yang semula mengoles slay ke roti menghentikan aktivitasku.

"g..gue sama dia ya temenan kaya lo sama ridho" ucapku gugup.

"Jangan jangan lo....su-ka..sama nana" tebak rara membuat aku tersipu malu.

"Ih apansih ra, abis putus aturan dihibur bukannya difitnah fitnah gini" aku buru buru memakan rotiku lalu mengambil hoodie yang ada disofa.

"Loh kan emg kenyataan bukan fitnah , lo suka nana ya!!" Teriaknya.

"Dah gue duluan ke kampus!!" Pamitku.


Aku berdiam diri dikantin, seperti biasa kantin adalah tempat paling nyaman untuk beristirahat sejenak menghilangkan haus dahaga dan penat. Walaupun disini ramai dan orang orang berlalu lalang memesan makanan aku tetap nyaman menikmati waktu istirahatku.

Sejak putus dari gangga aku menghindari apapun yang berhubungan dengan gangga dan sinta. Ketika sinta mengajak aku bertemupun selalu kutolak dan beralasan apapun agar menggagalkan semua pertemuanku dengan dia.

Bukan karena aku ingin memutuskan tali pertemanan, bukan. Melain kan aku hanya ingin mengurangi pertemuan yang membuatku sakit apalagi gangga dan sinta sekarang selalu beriringan dimana ada sinta disitupun ada gangga bagaimana aku tidak sakit.

Tidak semudah itu melupakan gangga, tapi pelan pelan aku kini mengikhlaskan yang sekarang bukan hakku.

"Jane!" Teriak sinta dari kejauhan.

Aku was was saat melihat sinta menarik lengan gangga dan menghampiriku.

"Ah iya sin kenapa?" Jawabku tersenyum kaku.

"Lo sendiri aja? Gue sama gangga gabung yah disini meja yg lain penuh gapapa kan" tanya sinta tersenyum lalu menarik gangga duduk disebelahnya.

Aku yg melihat itu tersenyum masam "iya gapapa kok sin" gangga nampak tidak nyaman dari tadi dia memainkan ponselnya mungkin mencoba mengalihkan atensinya dariku.

"Lo kemana aja dua minggu ini gue hubungin gak ada kabar, lo marah sama gue ya" tanya sinta membuat aku tersedak.

"E..enggak kok sin" jawabku gugup.

"Kalian beneran gasaling kenal ya cangung banget sih" sinta mencoba mencairkan suasanya yg mulai memanas.

"Gue seben..." ingin menjawab tapi terpotong oleh gangga.

"Kita emg gakenal kok" jawab gangga tegas.

"Oh yaudah aku mesen makan dulu,mau makan apa sayang?" Tanya sinta

Sayang? Mendengar kata sayang hatiku panas, mungkin sekarang es yg aku aduk sudah leleh mencair akibat rangsangan hatiku ini yg terlalu panas.

"Apa aja byy" jawab gangga.

Mendengar itu aku menahan tawaku "pfftt.."

Sinta lalu pergi meninggalkan kita berdua.

Gangga yg semula duduk didepanku kini sudah bergeser ke samping ku.

"Lo sengaja mau bilang kalo lo itu mantan gue iya, Mau buat gue di cap jadi cowo brengsek gitu" ucapnya lalu mencengkram kuat lenganku.

"Apasih ga, gua ga bermaksud gitu gue cuman mau bilang kalo kita itu temen lama emg salah? Kita kan emg temen lama" aku mencoba melepas cengkraman gangga yg semakin kuat.

"Gue lupa kalo kita temenan, gue mohon lo gausah usik gue sama sinta . Gua sayang sama dia jangan ganggu"

Aku menahan tangisanku mendengar gangga berbicara pacar barunya didepanku, apa dia tak menghargaiku. Dengan gampangnya dia mengucapkan kata kata memuja untuk orang lain.

Tega, itulah gangga.

"Lepas ga..sa..kit..gue ga..bakal ganggu kalian kok"

Gangga melihat sinta dari kejauhan sudah membawa  beberapa makanan.

Dia mulai mengendurkan cengkramannya.

"Inget satu hal, anggep kita gakenal anggep semuanya gapernah ada"

Gangga merubah tempat duduknya seperti semula.

"Sayang maaf ya lama, tadi berebutan aku sampe kedorong dorong , nih liat aku sampe kena air panasnya huhu" ucap sinta manja memperlihatkan lengannya yang sama sekali tidak terlihat ada bekas luka disana, gangga langsung mengelus lengan sinta "kamu gapapa kan, nanti aku marahin yg dorong dorong kamu" gangga menenangkan sinta.

Melihat adegan bak drama seperti ini aku muak, muak sekali. Aku buru buru membereskan barang barangku.

"Sin, gua duluan yah udah ditunggu dosen"

Aku buru buru meninggalkan mereka berdua. Dan segera menghapus air mataku yg kini sudah menetes.

Semakin hari aku dan sinta sering bertemu karena memang kita satu fakultas yang sama.

Dan, lingkungan yg sama.

"Oh ya jen, lo abis putus dari cio cio itu kan yah lo mau gak gue deketin sama sepupu gue. Besok dia baru balik dari kanada" ucap sinta antusias.

"Gak deh sin, gue males sama cinta cintaan" jawabku malas.

Entah mengapa aku sudah tidak tertarik lagi dengan yg namanya hubungan.

Lelah? Tidak. Hanya saja aku tidak mau merasakan sakit berulang kali dengan alasan yg sama.


"Ayolah, lo bakal suka deh sama sepupu gue ini dia orangnya friendly banget"

"Ga minat gue, mau seganteng aliando kek atau lee min hoo kek capek gue sama cowo"

"Emg lo sama cio kenapa sih"

"Gatau, gapaham gue sama jalan pikiran cowo gapernah bersyukur"

"Mangkanya , udah sama sepupu gue aja dia juga baru putus sama cewenya dikanada"

Aku menggeleng "gak sin, gue mau sendiri dulu membangun cinta gasemudah yang lo pikir"

"Yahh, kasian sepupu gue cakep tapi jones heleh"



Reuni telah tiba..


Hari ini hari dimana acara reuni diadakan. Aku pusing memilih baju yg akan kupakai mengacak semua isi lemariku. Hanya karena aku ingin terlihat wow didepan sahabat lamaku, nana.

Acara reuni akan dilaksanakan jam 7 nanti.

Tapi aku dari tadi belum bersiap siap.


"Yaelah jen, kaya mau ketemu pacar aja anjir ribet segala. Lo pilih apa yg bagus dipake aja" rara sudah kepalang emosi karena dia menungguku sudah sejam aku hanya mengacak ngacak isi lemariku saja.

"Bentar ra, baju gue gada yg bagus"

"Itu aja tuhhh bagus" tunjuk rara kearah dress berwarna pink.

"Yaudah gue coba coba baju dulu deh mana yg cocok"

"Ashiapppp, gue buat lo kaya princess biar ngalahin si cantika" ucap rara yang sibuk mencatok rambutnya.

"Ckck masih aja lo dendam sama cantika"

"Dia dulu pernah bully lo jadi gua gasuka tuh sama cewe barbar itu"

Benar, cantika memang dikenal sering membully dimasa SMA apalagi membullyku dia itu mantan pacar nana jadi, bisa disimpulkan dia membullyku karena apa.

Disisi lain acara reuni sudah dimulai banyak orang berhilir mudik menempati tempat duduk yang sudah disiapkan.

"Cek cek..asalamualaikum wr.wb apakabar semuanyaa!!! Kenalin gue akbar alumni mipa 3 gue disini bakal jadi mc silahkan para alumni SMA BAKTI dipersilahkan duduk dikursi takut ambeyen sama encok abis ini kita dangdutan siap siap ya" beritahu mc semua alumnipun duduk ditempat.


Semuanya sibuk berkumpul dengan temannya ,tidak dengan laki laki yg kini berdiri sendiri melamun sambil memegang cangkir minumannya.

"Woi nana! Ngelamun aja" teriak rendi teman satu basketnya dulu.

Nana tertegun, lalu tersenyum kearah rendi "eh ren apa kabar lo?"

"Seharusnya gue yang nanya sama lo, apakabar lo gue pikir lo gabakal ikut reunian bareng kita katanya lo pacaran sama cewe bule disana ya mantep dong" rendi menaikan alisnya sembari menyenggol lengan nana.

"Kabar gue baik ren, iyaa bener tp sekarang udah putus. Soalnya gua lagi nunggu seseorang" jawab nana sembari meneguk minumannya.

"Siapa nih? Jane ye si neneng pea haha" tawa rendi pecah.

Memang panggilan aku saat sekolah adalah neneng pea itu karena nana sering memanggilku neneng dan tingkahku memang sedikit berbeda dengan wanita lain yang terlihat lembut dan kalem.

"Dah gue mau muter muter cari cewek" nana menepuk pundak rendi lalu pergi meninggalkannya.


Aku dan rara sudah sampai dan mulai memasuki gedung sekolah , tidak terasa sudah lama dia tidak menginjakkan kakinya kesekolah rasanya ingin kembali kemasa masa sekolah dulu. Bermain dan belajar sembari membuat kenangan bersama teman teman.

Aku mengenakan dress berwarna pink soft dihiasi beberapa pernik bunga bunga . Rambutku sengaja ku gerai agar menambah kesan elegan . riasan wajahku tidak terlalu mencolok tapi masih terlihat cantik.

"Eh itu ridhoo jenn!! eh tapi kok bawa bayi ngobrol sama siapa dia" teriak rara antusias melihat ridho, mantan gebetannya saat semasa SMA dulu.

Aku melihat lurus kedepan , ridho nampak mengobrol dengan seseorang . Aku memicingkan mataku, dia terlihat seperti nana namun tidak jelas karena dia membelakangi jadi yg dapat aku lihat hanya bagian punggungnya saja.

"Ayo jen cepet masuk" rara menarik lenganku.

Drrt..drtt..
Ponselku bergetar

"Ra , duluan aja ya, gue ke kamar mandi dulu" suruhku, rara mengangguk dan masuk ke dalam.

Rara mendekati ridho dan segerombolan alumni anak basket.

"Ridho! inget gue ga? Rara , rara anak mipa 1 yang lucu itoloh inget gak?"

"Ahh..iya iya yang sering ngasih surat ke gue kan ya"

"Iyaaaaa iyaa"

"Heh rara masih bawel aja lo ya" nibrung laki laki yg disebelah ridho.

"Eh nana! Apakabar lo!!" Rara memukul pundak nana, nana nampak meringis "sakit bego, gue baru balik dari kanada tadi sore langsung ikutan reunian nih padahal gue males banget ketemu lo"

"Bodo amat, eh ridho ini siapa? Lo reunian bawa bawa ponakan uu gemes banget sapa ni namanya"rara mencubit anak bayi yang kini sedang digendong ridho.

"Bukan ponakan gue"

"Pasti adek nih , yaampun lucu banget mirip lo" rara masih fokus menguyel uyel pipi bayi.

Rara tersenyum ke arah ridho, lalu ridho menggeleng "bukan adek gue juga" senyum rara langsung memudar.

"Jangan bilang kalo dia.."

"Dia anak gue ra"

"Whatt?! Lo..lo udah punya istri dong.."

Ridho mengangguk "Yaiyalah! Lo kira ini bayi hadiah kuaci. udah dulu ya, gue mau gantiin popok anak gue dulu"

Rara mematung tidak bisa berkata apa apa. Nana yang disampingnya menahan tawa "pfffttt"

Dilanjutkan "ngahhahaahahha" dia tertawa meledak

"Sumpah ngakak banget gue , hahahha" nana tertawa lepas.

"Huwee.." rara menekuk bibir bawahnya.

"Eh tunggu tunggu" nana melihat kearah pintu masuk , dia melihat aneh ke arah gangga dikarena kan gangga hadir dengan perempuan lain. Bukan sosok jane yang berada disebelahnya.

"Itu gangga kan" tanya nana kepada rara, rara mengangguk "cowo brengsek ya na" rara mengambil beberapa roti dan memakannya.

"Hah, maksud lo?"

"Gangga selingkuhin jane sama cewek itu" tunjuk rara dengan dagunya.

"Eh na! Mau kemana!" Teriak rara karena setelah dia berucap nana lantas pergi meninggalkannya.

Rahang nana mengeras, dia mengepal jemarinya kuat. Dia berjalan kearah gangga dan sinta yang sedang bercengkrama dengan beberapa alumni.

Sinta melihat nana yg mulai mendekat ke arahnya.
"Nana! Lo kok disini?" Teriak sinta.

"Sayang, kenalin ini sepupu aku yang dari kanada namanya nana" sinta mengenalkan nana kepada gangga.

"Lohhh nana sepupu kamu?? Aku udah kenal, dia teman baik aku waktu SMA" ucap gangga.

"Eh na apa kabar, oh jadi lo ternyata sepupu sinta yang ada dikanada itu" tanya gangga.

Nana tersenyum masam
"Dimana jane?" Tanya nana dingin, dengan muka datar.

"Lo ngaco ya na, ngapain nanya jane ke pacar guee hahaha" sahut sinta sembari tertawa.

Nana maju mendekat kearah gangga dan menarik kerah baju gangga.

"Gue dulu udah relain jane demi lu! Gua kira lu bakal bahagiain dia, taunya lu khianatin dia??!!!" Ucap nana marah.

Bbuuuukkkkk! Kepalan tangan nana bersarang di pipi gangga.

"Heyyy udah udah!!! Ini ada apasihh????" Tanya sinta kebingungan

"Lu ini jadi selingkuhannya si gangga sin, awalnya dia pacaran sama jane tp dia selingkuh ke elo" ucap nana pada sinta.

"HAH? BENER ITU GANGGA? Tanya sinta mulai marah.

"Maafin aku sin, tp aku beneran sayang kamu…" ucap gangga.

Sinta mulai meneteskan air mata dan akhirnya menangis.

"Ini semua gara-gara lo!" Ucap gangga dan memukul balik nana.

Perkelahian pun terjadi antara nana dan gangga, membuat semua orang beramai ramai mendekati mereka mencoba melerai perkelahian mereka.

Nana memukuli gangga hingga keluar darah dari bibirnya. Tak ada yang bisa memisahkan mereka.

Kacau, kursi kursi yg semula nampak rapih didepan panggung kini sudah porak poranda dikarenakan perkelahian tadi.

Aku yang sedang di toilet membenarkan dandananku mendengar suara ramai dari luar. Aku segera keluar dan menghampiri kerumunan orang.

"Ada apa sih?" Ucapku pelan sambil berjalan mendekati kerumunan.

Aku terkaget bukan kepalang melihat nana berkelahi dengan gangga. Nana terlihat tidak mengontrol emosinya.

Aku menerobos kerumunan itu dan mendekati mereka berdua yang sedang berkelahi.

Ku pisahkan keduanya, dan ku pegang pipi nana, "Naa udah naa.." ucapku dengan pelan.

Akhirnya perkelahian mulai reda.

"Jane…." Ucap nana

Spontan sinta mendekatiku dan berkata

"Jen, aku bener-bener gatau kalo kamu pacarnya gangga… maafin aku jen, aku udah rebut gangga dari kamu… hikshikss" ucap sinta sambil menangis.

"Enggk ko sin, ini bukan salah kamu. Emang cowonya aja ini brengsek!" Ucap jane sedikit kesal.

"Udah semuanyaaaa! Kita rayakan reuni ini dengan riang gembira.." teriak jane.

Suasana kembali kondusif setelah perkelahian mereka selesai.

Sinta yang masih menangis mencoba ditenangkan oleh temen ceweku yang lain, sedangkan gangga pergi meninggalkan acara reuni ini.

Aku menatap nana, sambil mengusap rambutnya yang berantakan.

"Aku gasuka kamu berantem kaya tadi na…" ucapku pelan.

"Iyaaa maaf neneng" ucap nana sambil meledek.

"Ih lo mah, masih aja becanda!" Ucapku ketus.

"Hehehe… kalo marah gitu tambah cantik" ucap nana gombal.

Aku tersenyum mendengarnya, saat itu aku merasa bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk menyatakan perasaanku dan meminta maaf karena sewaktu dulu aku mengabaikan perasaannya.

"Naa maaf yaa dulu gue gak peka sama lo" ucapku

"Peka maksudnya gimana nih?" Ucap nana sambil tertawa

"IHHH KATANYA DULU LO SUKA SAMA GUE?!" Ucapku sedikit teriak

"Ih kata siapa?" Ucap nana dengan muka bingung

Aku tiba-tiba berubah ekspresi, bingung, ditambah malu karena ke geeran.

"Kata siapa dulu gue suka sama lo? Salah itu.. orang sampe sekarang masih suka wleee" ucap nana

Mendengar itu ahhhhh aku tersenyum, ingin rasanya kupeluk nana.

"Pulang dari kanada jago gombal yaa pak" ucapku meledek

Lalu sinta menghapiriku,

"Jen sekali lagi aku minta maaf banget yaaa" ucap sinta

"Iya sinta gapapaaa" ucapku, dan sinta memelukku.

Kini aku tanpa ada perasaan kesal apapun terhadap sinta, aku justru kasihan jika sinta menjadi pelampiasan gangga.

Sinta melepaskan pelukannya

"Gimana nih minat enggk sama sepupu aku yang dari kanada? Wuuuuu" Tanya sinta sambil tertawa

Mendengar itu nana tertawa, aku hanya diam membisu.

Terdengar suara MC yang memulai acara. Aku, nana, dan sinta mulai duduk dan menikmati acara.

Disela-sela MC berbicara, aku memandangi nana. Rasa sayangku sudah tak bisa ditunda-tunda lagi. Kali ini aku tak berbohong pada diriku sendiri. Aku mencintai nana.

Aku melamun memandangi nana, tak sadar nana pun melihat ke arahku. Aku masih saja melamun sambil memandangi nana.

Dan yang membuat aku kaget, tangan nana mulai menggenggam tanganku.

"Ekhemmmm tangan" ucap sinta batuk.

Sontak aku dan nana melepaskan pegangan tangan kita.



"Para alumni SMA SAKTI Ayo Bergoyang!!!! Serrrrr~~" ucap mc

Lagu kereta malam pun mengudara, kejadian tadi tidak serta merta membuat acara reunian ini berhenti. Semua alumni joged mengikuti irama kereta malam.

.

PENTING SEBELUM LANJUT MEMBACA :
  • Silahkan putar musik dibawah ini dengan cara klik tombol play atau klik "Listen in browser" 
  • Gunakan headset saat membaca cerita ini..
  • Supaya feel cerita bisa tersampaikan dan lebih ngena..
  • Jika musik sudah berjalan, silahkan lanjutkan membaca..


Disaat yang lain berjoget riang, aku dan nana memutuskan untuk berjalan-jalan disekitaran taman sekolahku.

Aku duduk disebuah kursi dan melamun. Cahaya lampu taman yang tidak menyilaukan mataku semakin membuat lamunanku menjadi-jadi.

"Lo tau apa yang paling gue benci na? pergi tanpa pamit dan datang kembali tanpa rasa bersalah. Gue benci itu…" Ucapku.

"Gue tau, gue minta maaf soal gue ninggalin lo tanpa pamit tapi biarin gue menunggu dengan sabar, akhirnya pertemuan manis antara kita tiba. Kaya gini" ucap nana lembut.

Perlahan nana mulai merangkulku, dan aku menyenderkan kepalaku dipundaknya. rasa kaget dan senang bercampur aduk. Hatiku mulai dag dig dug.

"Manis banget lu nyender ke gua kaya teletubis biasanya kita lari lari an kek tom and jerry" ucap nana

Perkataan nana menyadarkanku aku lantas melepaskan rangkulan nana "modus ya lo!"

Dia menggeleng "3 tahun lalu gue pernah bilang kan sama lo buat apa ikut tarohan kalo masih bisa usaha, dan selama 3 tahun ini gue usaha bukan modus" setelahnya nana tersenyum.

"Usaha buat?" Jawaban yang sama seperti dulu , entah kenapa aku hanya penasaran usaha untuk apa.

"Usaha buat ngajak lo joged depan panggung, anak anak alumni kita lagi bergoyang ria disana, kita malah disini berduaan"

"Ya usaha buat apa dulu!"

"Usaha buat dapetin lo, dan jadiin lo satu satunya bukan salah satunya dan.." ucapan nana terpotong.

"Dan apa?"

"Dan kalo lo gamau joged sama gue , gue gamau jadiin lo satu satunya nih gue mau cari yg lain aja" dia melihatkan muka jailnya.

"Ishhh apasihhh!!!" Aku memukul mukul tubuhnya yang krempeng seperti tengkorak itu.

"Mangkanya ayo joged jangan sedih sedih"

"Yaudah ayo , asal sawer yah" kataku lalu nana mengangguk.

"Abang sawer neng" ucap nana sambil menarikku, kita kembali ke acara reuni dan kita berdua tertawa bersama dan segera menerobos anak anak alumni yang sedang bergoyang ria.

Kita berdua berjoget ditengah tengah dan mengubah malam terpuruk menjadi malam yang sangat menyenangkan.

Pertemuan kembali dengan masalalu yang belum sempat usai sangatlah menyenangkan.

Namun aku masih melamun, karena nana masih belum juga menembakku. Aku sangat berharap nana menembakku. Tanpa pikir panjang akan kuterima itu.


Acara reuni selesai, semuanya tertawa dan ada yang menangis karena harus berpisah kembali.

Sebelum aku pulang, nana mengajakku kencan untuk pertama kalinya

"Jen, lusa gue udh harus ke kanada lagi. Kuliah gue belum libur. Gimana kalo besok malem kita date hehehe.. sekalian ada yang mau gua omongin" ucap nana dengan sedikit malu.

"Ayoooo" ucapku semangat tanpa pikir panjang.

Diperjalanan menuju rumah aku tersenyum membayangkan besok. Membayangkan apa yang akan dikatakan nana, pasti dia akan menembakku. Ah senangnya, aku sudah tidak sabar menunggu hari esok.

Sesampainya aku dikamar, aku sudah siap untuk tidur. Namun anehnya aku malah latihan kata-kata untuk menerima nana hahahahaha

"Iyaa na. Aku mau" ucapku memperagakan

"Eh jangan gitu deh"

"Iya gue mau na"

"Eh kalo gitu gak romantis banget"

Semalaman aku terus latihan kata-kata seperti itu, hahahaha memang cinta terkadang membuat kita aneh.




PESAN NANA UNTUKKU...


Keesokan harinya tepatnya pukul 09.00, nana menelponku

"Halo jen" ucap nana

"Iyaaa na kenapa?" Jawabku

"Aku tadi ditelpon temanku dari kanada, aku gak jadi pulang ke kanada besok soalnya besok ada ujian yang sangat penting. Jadi aku bakal pulang ke kanada sekarang malem" jelas nana

"Date kita gak jadi?" Ucapku

"Kayanya gabakal jadi, tapi aku mau ngasih surat penting sama kamu sebelum aku berangkat.. ntr sore sebelum aku ke bandara, aku mau kerumah kamu dulu ngasihin surat ini buat kamu yaa." Ucap nana

"Oh yaudah deh iyaaa na aku tunggu yaa" ucapku

Aku tak terlalu kecewa mendengar hal itu, yang terpenting aku bertemu nana dan menyatakan perasaanku. Apalagi dia akan memberikan surat yang menurutku adalah curahan perasaan dia kepadaku.

Sudah pukul 04.00 sore, aku sedang berdandan sedikit sambil menunggu kedatangan nana.


Aku melihat dari jendela kaca kamarku ada mobil taksi berhenti dari sebrang jalan rumahku. Rumahku memang tepat dipinggir jalan raya.

Aku melihat seseorang turun, dari taksi dengan membawa secarik kertas, dan itu adalah Nana. Aku sangat senang dan tidak sabar..

Nana tersenyum kepadaku dari sebrang jalan, senyumnya sangat manis tak seperti biasanya. Aku membalas senyuman itu. Nana berlari menyebrang jalan

Dan…
.
.
.
.
.
.
.
.
.

.
.

Brrrukkkkkkkkkk…
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku melihat nana tertabrak mobil, belum sempat aku merubah ekspresiku yang masih tersenyum, tiba-tiba senyumku mulai menghilang.

"NANAAAAAAAAAAA" Ucapku berteriak

Aku berlari mendekati jalan, terlihat nana tergeletak dijalan dengan penuh darah mengalir dari kepalanya.

Aku menangis! Aku lemas! Aku tidak percaya! Orang yang aku sayang harus seperti ini

"NAAAA… Hikshiks" ucapku menangis sambil menggoyang-goyangkan badannya..

Tak ada balasan apapun dari nana, dia tetap terpejam dengan darah yang terus mengalir

Kucoba dengar denyut nadinya, dan denyutnya sudah tidak ada..

"NANAAAAAAAAAAAAA" Aku berteriak dan menangis sekencang kencangnya

Kupeluk nana sambil menangis

"Naaa bangun sayanggg, aku sayang kamu naa.." sambil aku goyang-goyangkan badannya, Aku semakin menangis

"Naaaa"
"Naaa bangunnnn…. Hikshiks"


nana menggenggam secarik kertas berisi tulisan

Aku melihat secarik kertas yang digenggam nana, kertas itu berisi sebuah tulisan. Biar kubacakan isi tulisannya

"Untuk jane,
Seperti yang kamu tau dari dulu aku tak bisa membuat puisi atau tulisan romantis. Tapi kali ini aku coba menuangkan perasaanku kepadamu lewat tulisan ini, semoga saja waktunya tepat. Karena tidak ada waktu lagi, aku harus pergi. 

Terserah kamu mau bilang aku bercanda atau lebay, yang jelas aku mencintaimu jen, kamu mau kan jadi pacar aku? Iya pasti mau kan wleeeee. Aku gak mau kamu salah memilih cowo lagi, aku mau buktiin kalo aku cowo terbaik buat kamu, aku cowo yang gabakal bikin kamu nangis, dan jika aku bikin kamu nangis, Jewer aja telinga aku! Hehehe…

Aku pergi dulu yaa jen, kamu baik-baik disini…
Aku mencintaimu,
Dari Nana"


Itulah isi surat yang dibawa nana, setelah membaca itu aku semakin menangis, lalu aku teringat kata didalam surat itu.

Ku jewer kuping nana! Karena dia membuatku menangis.

Akhirnya nana tenang disana, belum sempat aku merasakan pacaran bersamamu na, belum sempat aku mengucapkan selamat malam, selamat tidur. Kamu sudah lebih dulu pergi. Tapi aku dan nana sudah resmi berpacaran, dan bagiku nana adalah lelaki paling terbaik didunia ini, Karena dia tidak akan pernah mengatakan putus kepadaku.


Sekarang aku tau kenapa cinta itu misterius, aku tidak tahu kapan cinta itu datang, dan akhirnya aku tau kapan. Aku tidak tahu kepada siapa cinta akan berlabuh, dan akhirnya aku tau pada siapa, yaitu kepadamu na. Tapi aku belum tau kemana arah cintaku, dan akhirnya aku tau.. tuhan ingin mempertemukan kita di surga..

Kini aku sudah lulus kuliah dan menjadi sarjana, aku tau nana pasti bangga melihatku sekarang…

Aku mencintaimu Na..


Arah Cinta, Selesai sampai disini...



Catatan Penulis :
Jika kalian suka dengan cerita ini, mohon beri apresiasi kami dengan cara share artikel ini. Kami sebagai penulis sangat merasa senang jika kalian mau share artikel ini. Itu semakin membuat kami semangat untuk membuat cerita fiksi lainnya..


Penulis Cerita :
Rona Febriana @ronafbrn
Syabillah Nur Pratiwi @syasyaaazn

Ikuti kami di instagram..

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel